Situs Dosen STKIP Siliwangi Bandung - Reka Yuda Mahardika, S.S., M.Pd.

Artikel Umum

Puisi-Puisi Reka Yuda Mahardika

Dipublikasikan pada : 26 Juli 2014. Kategori : .

Aku masih ada masih abadi

 

baru kutulis 3 bait sajak tentangmu, perempuan…

dari ratusan bait yang kau minta

di selasela keluhku

tersesat dalam serak dedaunan mengering yang terhempas tiada…

 

selesai kuimla 2 lembar sajak tentangmu, perempuan…

dari rencana ratusan lembar yang kukira

hanya tiga tercipta

katakata berbingkai emas limbur dalam tiap lirik

semoga kau puas meski bertepas

 

ini sajak kesekian yang kucipta buatmu, perempuan…

tidak berjumlah ratusan seperti yang kauminta memang

tidak istimewa

seperti biasa kau bilang

hanya saja kali ini kusimpan detak jantungku di dalamnya

pun sesungging senyum dengan darah menetes di sela taring

agar kau tahu aku masih ada

masih abadi

GA. 03022012

 

 

Masih Kusimpan Suaramu

I

masih kusimpan suaramu di relung kalbu

masihkah kau simpan suaraku di hatimu?

 

dalam petakpetak kamar lembang yang dingin kering

sering kunyalakan keraskeras suaramu

hingga rembulan tertancap dalam puncak pinuspinus runcing

 

atau kudengar berjamjam suaramu di telepon koin yang terpenjara

tidak ada wujudmu memang saat itu

tetapi suaramu

mampu mengelus lembut telinga luarku dengan punggung jemarimu

 

betapa dengan suara sontak gelora asmara memuncak

mendidihkan panjipanji gairah tak terkira

meruntuhkan bebukit es menjadi lelehan-lelehan air swarga lezat tak terkira

 

bolehkah kucecap

meski hingga kiamat?

 

 

II

“jangan kau putar suaraku keraskeras, kasihan tetanggamu yang hampir tewas,” suaramu

ah, persetan dengan tetangga yang terganggu

yang penting aku harubiru

mendengar alunan melodi merdu suaramu

 

masih kusimpan suaramu

dalam detak jantungku kini ia bersemayam

masihkah kau simpan suaraku

dalam sebuah anyaman

yang dahulu sempat kau sulam?

 

Bibir sungai 08022012