Situs Dosen STKIP Siliwangi Bandung - Reka Yuda Mahardika, S.S., M.Pd.

Artikel Umum

Saya Lebih Mempercayai Penyair Dibandingkan Politikus

Dipublikasikan pada : 26 Juli 2014. Kategori : .

Anda politikus? Anda wakil rakyat? Anda menteri?

Anda hendak meyakinkan kepada saya tentang hebatnya negeri ini? Jayanya negeri ini? Agungnya pemimpin negeri ini?

Atau barangkali Anda hendak mengatakan buruknya negeri ini? Nestapanya negeri ini? Menyedihkannya negeri ini?

Maaf, seandainya saya menguap bila mendengar ocehan Anda.

Karena bagi saya segala fonem, kata, frasa, kalimat, dan wacana dari Anda hanya omong kosong belaka.

Saya lebih mempercayai PENYAIR dibandingkan POLITIKUS

Mempercayai penyair yang jujur berkata:

delapan juta kanak – kanak
menghadapi satu jalan panjang
tanpa pilihan
tanpa pepohonan
tanpa dangau persinggahan
tanpa ada bayangan ujungnya
……………………..

menghisap udara
yang disemprot deodorant
aku melihat sarjana – sarjana menganggur
berpeluh di jalan raya
aku melihat wanita bunting
antri uang pensiunan

Saya lebih mempercayai PENYAIR dibandingkan POLITIKUS

Mempercayai penyair yang jujur berkata


Bangsa kita kini seperti dadu/
Terperangkap di dalam kaleng hutang/
Yang di kocok-kocok oleh bangsa adikuasa/
Tanpa kita bisa melawannya/

O, comberan peradaban/
O, martabat bangsa yang kini compang-camping/
Negara gaduh/Bangsa rapuh/
Kekuasaan kekerasan merajalela/Pasar di bakar/
Kampung di bakar/Gubuk-gubuk gelandangan di bongkar/
Tanpa ada gantinya/
Semua atas nama TAKHAYUL PEMBANGUNAN/

Saya lebih mempercayai PENYAIR dibandingkan POLITIKUS

Mempercayai penyair yang jujur berkata


Karena politik tidak punya kepala/Tidak punya telinga/Tidak punya hati/
Politik hanya mengenal kalah dan menang, kawan dan lawan/
Peradaban yang dangkal/

Maaf, saya lebih mempercayai PENYAIR dibandingkan POLITIKUS. Karena penyair berkata menggunakan hati, sedangkan politikus? Karena penyair berkata menggunakan sensitifitas inderawi, sedangkan politikus? Karena penyair adalah jelmaan jeritan hati rakyat negeri ini, sedangkan politikus?

Karena seandainya anda ingin mengetahui kondisi suatu negeri? Tanyakanlah kepada penyair negerimu sendiri!

Nb: (sajak-sajak diambil dari karya W.S Rendra yang sangat saya kagumi)